Visit Sponsor

Written by 4:32 pm NEWS, PC GAMES, REVIEW, Uncategorized

Pirates Outlaws 2: Heritage – Saat Jadi Kapten Bajak Laut Butuh Otak Deckbuilder

Kenapa Pirates Outlaws 2 Heritage Tiba-Tiba Muncul di Timeline Semua Pecinta Roguelite?

Kalau lo nongkrong di Steam, nonton YouTube soal game indie, atau suka mantengin rilis roguelite baru, ada kemungkinan besar Pirates Outlaws 2 Heritage sudah lewat di timeline lo minimal sekali. Game ini nongol dengan paket yang cukup spesifik: roguelite deckbuilder bertema bajak laut, rilis dalam bentuk Early Access di Steam, plus embel‑embel sistem fuse kartu yang bikin orang-orang langsung bandingin sama deckbuilder gede lain tanpa ngerasa ini cuma copycat.​

Secara status rilis, Pirates Outlaws 2: Heritage baru berlabuh di Steam Early Access pada 4 Desember 2025, lengkap dengan diskon peluncuran dan label “EA OUT NOW!” di patch notes mereka. Versi PC lewat Steam jadi yang pertama kebagian, sementara versi Epic Games Store dan rilis mobile di Android dan iOS dijadwalkan menyusul di akhir Desember. Jadi, dari awal, Fabled Game memang niat ngejangkau dua kubu: pemain yang betah duduk lama di depan monitor, dan pemain mobile yang demen satu run singkat saat commute atau sebelum tidur.​​

Buat yang belum kenal, Fabled Game adalah studio di balik Pirates Outlaws pertama—deckbuilder bajak laut yang lumayan laris di skena mobile dan kemudian mendarat juga di PC. Game pertamanya dipuji karena art style 2D yang bersih, konten yang surprisingly dalam, dan monetisasi yang relatif bersahabat di mobile. Pindah ke Pirates Outlaws 2 Heritage, ekspektasinya otomatis naik: orang nggak pengen sekadar “Pirates Outlaws 1 tapi lebih banyak kartu”, tapi sesuatu yang bikin mereka rela invest waktu lagi di dunia yang sama.

Di materi promosi resminya, Pirates Outlaws 2 Heritage dijual sebagai roguelike deckbuilder di mana lo membangun deck, mengumpulkan relic, merekrut companion, dan menavigasi lautan yang penuh ancaman sambil ngatur resource kapal. Kata kuncinya di sini: fuse. Game ini ngasih lo kemampuan buat menggabungkan (fuse) beberapa kartu identik jadi versi upgrade dengan efek baru, bukan sekadar plus damage. Buat veteran deckbuilder, ini langsung kedengeran kayak undangan buat ngetes build “sakit” yang kalau berhasil bisa ngerombak satu run secara total.​​

Early Access build-nya sendiri sudah lumayan padat. Menurut info resmi dan press release, Pirates Outlaws 2 Heritage di fase awal ini udah ngasih sekitar 250 kartu, 90 relic, 3 hero dengan total 7 class, 4 companion, dan setidaknya satu region laut utama tempat lo memulai ekspedisi. Selain mode ekspedisi utama, ada juga Arena, mode pertarungan beruntun yang ngasih tekanan lebih besar ke sisi combat tanpa terlalu banyak unsur eksplorasi.​​

Dari sisi cerita dan worldbuilding, game ini pakai konsep “heritage”—warisan—sebagai payung naratif. Lo bukan cuma bajak laut random, tapi bagian dari garis keluarga yang punya mansion, reputasi, dan peninggalan yang bisa lo upgrade seiring waktu. Mansion ini jadi hub utama: tempat lo milih hero, ngatur meta upgrade, dan ngerasain progres di luar sekadar “run ini menang atau kalah.”

Di komunitas, respons awal terhadap Pirates Outlaws 2 Heritage cukup positif. Artikel review dini dan video first impression banyak yang nyebut game ini sebagai “fun pirate-themed roguelite deckbuilder dengan pondasi kuat dan potensi jangka panjang selama Early Access.” Di sisi lain, jumlah pemain di Steam nggak langsung meledak ribuan, tapi itu hal yang cukup normal untuk game niche. Deckbuilder memang genre yang lebih sering tumbuh pelan lewat word-of-mouth: orang main, share build di Discord, dan pelan-pelan komunitas yang benar-benar peduli strategi mulai kebentuk.​​

Buat lo yang mungkin udah kenyang main Slay the Spire, Monster Train, atau deckbuilder roguelite lain dan ngerasa “semua kok berasa mirip”, Pirates Outlaws 2 Heritage punya angle yang lumayan jelas: fantasi jadi kapten bajak laut yang bukan cuma kuat, tapi juga cerdas ngelola deck dan resource. Lo nggak cuma mikirin damage, tapi juga rute laut, ransum, dan reputasi.

Di Balik Lautan dan Kartu: Cara Pirates Outlaws 2 Heritage Ngebangun Hook-nya

Begitu lo mulai satu run Pirates Outlaws 2 Heritage, game ini nggak langsung ngelempar lo ke laut lepas. Pertama lo masuk dulu ke mansion—hub utama tempat semua cerita “heritage” berlabuh. Di sini lo milih hero dan class, cek koleksi kartu, dan ngatur beberapa meta upgrade yang sudah kebuka. Tiga hero awal punya gaya yang cukup beda, sementara 7 class ngasih variasi role: ada yang fokus defense dan block, ada yang main di kombo multi-hit, ada yang main racun atau efek status, ada yang lebih teknikal.​

Begitu semua siap, baru lo berlayar. Mode ekspedisi laut di Pirates Outlaws 2 Heritage disusun dalam bentuk peta node, tapi dibungkus dengan tema eksplorasi laut. Di peta, lo milih jalur pulau mana yang mau didatangi: ada node pertempuran, event spesial, market, tavern untuk istirahat, dan tempat lain yang mungkin isinya blessing, mungkin juga kutukan. Setiap gerakan kapal ngabisin resource: biasanya ransum atau poin perjalanan, jadi lo nggak bisa seenaknya mondar-mandir tanpa tujuan. Manajemen resource di layer ini bikin keputusan “mampir atau lewat” selalu punya bobot.

Begitu masuk ke pertempuran, sisanya bakal terasa cukup familiar buat pemain deckbuilder. Lo punya deck yang diacak tiap ronde, narik sejumlah kartu, dan punya energi terbatas untuk mainin kartu itu. Musuh punya pattern jelas—ada yang fokus ngeburst damage, ada yang ngasih debuff dulu sebelum ngehajar, ada yang jadi semacam support buat musuh lainnya. Di sinilah keputusan mikro muncul: apakah lo pakai energi buat full menyerang, nahan, atau bangun kondisi tertentu untuk turn berikutnya.​​

Yang bikin Pirates Outlaws 2 Heritage terasa beda di tangan adalah sistem fuse kartu. Setiap kali lo mengumpulkan tiga kartu yang sama jenisnya di luar pertempuran, lo bisa nge-fuse mereka jadi satu kartu upgrade. Proses fuse ini nggak cuma nambah angka; sering kali lo dikasih pilihan bagaimana kartu itu berevolusi. Misalnya, dari kartu serangan biasa bisa berubah jadi varian yang punya efek tambahan, atau dari kartu utility generik jadi kartu yang sinkron dengan relic tertentu yang lo punya.​

Dalam praktiknya, fuse bikin lo punya layer strategi tambahan: kartu duplikat yang di game lain sering dianggap “sampah” di sini justru bisa jadi bahan investasi. Lo bisa bikin keputusan jangka panjang: sengaja nahan tiga copy kartu tertentu untuk ngejar versi upgrade yang nge-define playstyle run itu. Terkadang lo rela “menanggung” kartu yang belum optimal di beberapa encounter demi ngincar power spike besar begitu fuse sukses. Buat pemain yang hobi teori-crafting, momen kayak gini bikin tiap run punya cerita sendiri.​

Relic dan outfit set nambah dimensi lain di atas sistem kartu. Relic adalah item pasif yang lo dapet dari event, boss, atau toko, dengan efek signifikan. Bisa sesederhana “tambah energi tiap turn pertama”, sampai yang lebih liar seperti mengubah cara kerja status effect. Beberapa relic bagian dari satu outfit set, dan kalau lo berhasil ngumpulin satu set lengkap, lo kebuka bonus passif tambahan. Ini mendorong pemain buat kadang milih relic yang nggak kelihatan terlalu keren secara individu, demi ngejar sinergi set di jangka panjang.​

Companion di Pirates Outlaws 2 Heritage juga lebih dari sekadar flavor. Lo bisa rekrut hingga beberapa companion yang membawa ability card masing-masing ke dalam deck. Mereka ikut nentuin ritme permainan: ada companion yang ngasih sustain, ada yang fokus ke burst damage, ada yang main di utility. Di level fiksi, companion bikin kru kapal lo berasa lebih personal; di level mekanik, mereka jadi bagian penting dari puzzle deckbuilding.

Di luar mode ekspedisi, Arena jadi playground buat gamer yang lebih suka fokus ke combat tanpa terlalu banyak navigasi. Mode ini melempar lo ke serangkaian pertarungan dan challenge, lebih cocok buat stress test build atau sekadar cari sensasi “survival” di gelombang musuh.

Beberapa reviewer dan konten kreator Early Access meng-highlight dua hal soal feel bermain Pirates Outlaws 2 Heritage. Pertama, game ini padat informasi di awal—lo harus kenalan dengan keyword, ikon, serta interaksi kartu dan relic. Kedua, begitu lo lewat fase adaptasi itu, ada kepuasan kuat saat satu synergi deck mulai “hidup”: fuse kartu ketiga, relic set lengkap, companion yang skill-nya pas, dan jalur laut yang kebetulan ngasih event yang nge-boost kekuatan build lo.​​

Secara visual, game ini tetap mempertahankan gaya 2D clean dan flat-shaded khas seri pertama, dengan UI yang cukup rapih buat genre yang memang banyak teks. Style ini mungkin nggak bikin lo teriak “wah” seperti game 3D high budget, tapi punya satu keuntungan penting: gampang dibaca, enteng di mata, dan cocok buat sesi main panjang.

Worth Buat Dikejar dari Early Access, atau Mending Tunggu Full Release?

Pertanyaan klasik kalau ngomongin game seperti Pirates Outlaws 2 Heritage adalah: “Mending gue beli sekarang pas Early Access, atau tunggu aja sampai full release?” Jawabannya cukup tergantung gaya main dan ekspektasi lo. Secara konten murni, build awalnya sudah terbilang lumayan lengkap buat ukuran EA. Lo udah punya ratusan kartu, puluhan relic, beberapa hero dan class, companion, satu region ekspedisi besar, plus Arena. Buat pemain yang memang suka ngikutin game dari fase awal dan nggak keberatan kalau balancing masih berubah-ubah, ini sudah cukup buat berlabuh.​​

Early Access juga berarti lo bisa jadi bagian dari “suara” komunitas. Deckbuilder itu genre yang sangat bergantung pada meta; kartu yang terlalu OP bisa bikin run ngebosenin, kartu yang terlalu lemah bakal nggak pernah dipakai. Studio yang peka biasanya beneran dengar feedback soal ini. Sejauh ini, Fabled Game kelihatan cukup terbuka: mereka merilis pengumuman EA dengan janji update berkala dan roadmap yang mencakup region baru, hero tambahan, serta perluasan sistem yang sudah ada.

Di sisi lain, kalau lo tipe yang pengen pengalaman lebih “matang” dan nggak suka lihat kartu favorit lo tiba-tiba kena nerf di patch berikutnya, nunggu 6–12 bulan sampai konten dan balancing stabil mungkin lebih bijak. Di titik itu, lo bakal dapet picture yang lebih jelas: seberapa aktif update, seberapa hidup komunitas, dan seberapa dalam meta berkembang.​​

Dari sudut pandang tren, Pirates Outlaws 2 Heritage nunjukkin satu hal menarik: deckbuilder masih jauh dari kata jenuh, selama developer berani main di kombinasi tema dan sistem yang jelas. Di sini, fantasi bajak laut bukan cuma tempelan: lo beneran ngerasain jadi kapten yang harus mikirin awak, kapal, dan reputasi, bukan sekadar “wizard lain dengan deck lain.” Fuse kartu bikin lo mikir dua langkah ke depan, companion dan outfit set bikin lo pengen terus eksperimen, dan struktur laut terbuka bikin tiap run punya cerita sendiri.​​

Buat lo yang suka roguelite, suka deckbuilder, dan punya soft spot buat tema bajak laut, Pirates Outlaws 2 Heritage hampir pasti pantas dicoba—entah sekarang atau nanti. Langkah pertama yang paling simpel tentu aja mampir ke halaman Steam resminya, tonton trailer Early Access, cek screenshot, dan baca deskripsi fitur yang mereka jabarin. Dari situ, lo bakal tahu cukup jelas: apakah ini tipe game yang bikin lo pengen nyusun deck sambil ngopi malam-malam, atau lebih baik lo tunggu mereka menambahkan beberapa layer lagi sebelum ikut naik kapal.

Visited 9 times, 1 visit(s) today
Close